Senin , 28 Januari 2008 , 01:01:57 wib
BANDUNG,TRIBUN – Dugaan adanya kartel besar yang menguasi beberapa komoditas, makin mengerucut. Khususnya komoditi kedelai, CPO dan kini terigu. Hal ini terungkap dalam diskusi informal mengenai instabilitas harga yang digelar di Universitas Pasundan Bandung, Sabtu (26/1).

Diskusi dipandu Acuviarta, pengamat ekonomi Unpas, dihadiri Rektor Unpas HM Didi Turmuzi, Dekan Unpas Dr Abdul Makin, beberapa dosen dan wartawan serta Ketua ISEI Jabar, Dr Ina Primiana.

“Tidak stabilnya harga dan berkurangnya daya beli ini merupakan kegagalan kebijakan sosial. Karena kebijakan terfokus pada segelintir orang. Untuk itu, keberpihakan pada rakyat harus menjadi komitmen pemerintah,” tutur Didi saat menyampaikan kata pembuka.

Dalam diskusi mencuat kemungkinan adanya kartel dalam menguasai komoditi. Seperti kenaikan harga kedelai dan terigu. Ini terjadi karena jumlah pengusaha di bidang tersebut bisa dihitung jari. Hal ini mengakibatkan mereka memiliki kemampuan untuk memainkan harga dengan mengatur pasokan.

Penyebab lainnya kenaikan harga adalah struktur industri yang rapuh. Misalnya kedelai yang bahan bakunya sangat bergantung pada bahan impor. Untuk itulah, sektor pertanian perlu dilindungi dan kebijakan pemerintah harus untuk jangka panjang.

Sedangkan Acuviarta melihat kondisi makro stabilitas harga dari fenomena inflasi di Jabar. Selama 12 bulan pada 2007, inflasi terjadi pada 10 bulan. Tertinggi pada Agustus sebesar 0,90 persen dan terendah November (0,13 persen). Inflasi terbesar pada makanan sebesar 1,96 persen. Kemudian kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,91 persen.

“Ini terjadi karena faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal seperti melambatnya pertumbungan ekonomi dunia, harga minyak dunia, inflasi dunia, fluktuasi kurs dan lainnya. Faktor internal karena tata niaga, insentif, musim tanam, BBM industri, kelambanan kebijakan hingga hight cost economic,” ujar Acuviarta.

Untuk itulah, tambahnya, perlu revitalisasi kebijakan pertanian. Antara lain peningkatan kemampuan petani dan lembaga pendukung, akses petani terhadap teknologi, pengolahan, pemasaran dan permodalan, perbaikan iklim usaha, kemampuan manajemen pengelola pertanian dan lainnya.

(dar)

PEMICU INFLASI
– Faktor Eksternal
* Melambatnya pertumbungan ekonomi dunia
* Harga minyak dunia
* Inflasi dunia
* Fluktuasi kurs
– Faktor Internal
* Tata niaga
* Insentif
* Musim tanam
* BBM industri
* Kelambanan kebijakan
* Hight cost economic

* sumber ISEI jabarhttp://www.tribunjabar-online.com/artikel_view.php?id=1633&kategori=15