Rabu, 15 Oktober 2008 , 00:06:00

BANDUNG, (PRLM).- Meski jaminan dana simpanan di bank yang dinaikkan dari Rp 100 juta menjadi Rp 2 miliar dinilai telah mampu menenangkan nasabah, kenaikan jaminan itu diharapkan tidak meningkatkan suku bunga simpanan LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) yang saat ini sudah mencapai 9,50% atau setara dengan BI rate.

“Jika hal itu terjadi, dikhawatirkan perbankan akan semakin berat menanggung cost of fund (biaya dana) di tengah likuiditas perbankan yang sedang ketat,” ujar pengamat ekonomi Acuviarta di Bandung, Selasa (14/10).

Menurut dia, kenaikan nilai penjaminan ini diharapkan tidak diikuti kenaikan suku bunga simpanan dan kredit sehingga likuiditas bank tetap terjaga. “Naiknya nilai penjaminan jangan sampai diikuti kenaikan suku bunga penjaminan (bunga LPS) karena hal itu bisa mendorong kenaikan bunga bank dan penyaluran kredit bisa terganggu,” katanya.

Ia mengungkapkan itu terkait pernyataan Pjs. Kepala LPS Firdaus Djaelani di Jakarta, Selasa (14/10), bahwa tidak ada modal tambahan yang diberikan oleh pemerintah kepada LPS, terkait besaran dana simpanan masyarakat di perbankan yang dijamin pemerintah bertambah dari Rp 100 juta menjadi Rp 2 miliar.

Firdaus menjelaskan, pemerintah saat ini masih dalam pembahasan final mengenai Perpu JPSK (Jaring Pengaman Sektor Keuangan) yang sedang difinalisasi proses teknisnya. Sementara untuk suku bunga penjaminan LPS, keputusannya diundur. Seharusnya dilakukan kemarin karena proses penyesuaian dengan perpu mengenai amandemen LPS yang dikeluarkan pemerintah kemarin.

Terkait hal itu, Acuviarta menilai, jika suku bunga LPS ikut naik, sisi funding (simpanan) memang akan semakin terlindungi karena bunga bisa meningkat. Akan tetapi, dari sisi lending (kredit), hal tersebut cukup bisa mengganggu kinerja penyaluran kredit perbankan bagi sektor usaha.

“Padahal, lending ini harus tetap dijaga di tengah tekanan krisis global dan spekulasi saat ini. Sementara kinerja sektor riil harus diutamakan, khususnya sektor riil berbasis ekspor dan UMKM,” katanya. (A-68/A-147)*** http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=news.detail&id=37321