PIKIRAN RAKYAT
SELASA ( PAHING ) 23 JUNI 2009
29 JUMADIL AKHIR 1430 H

KACANG KORO POTENSIAL BAGI JAWA BARAT

Untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional , diperlukan pencarian sumber – sumber pangan yang baru. Terutama, dalam pengembangan komoditas pengganti untuk komoditas- komoditas yang memiliki ketergantungan impor tinggi.
“ Salah satunya yang potensial dikembangkan Jabar adalah kacang koro pedang ( canavalia ensiformis ) sebagai pengganti kacang kedelai, “ ujar Rektor Universitas Pasundan (UNPAS ) Didi Turmudzi seusai penandatanganan kerja sama Unpas dengan Gerakan Ekonomi Rakyat Mandiri ( GERAM ), Senin ( 22/06).
Dikatakan, pada tahun 2007 saja untuk berbagai makanan berbasis kacang kedelai, Indonesia membutuhkan 2 juta ton kacang kedelai. Jumlah yang bisa dipenuhi oleh petani dalam negeri hanya 700 juta ton pertahun, sedangkan sisanya 1,3 juta ton di impor. Sebagian besar diimpor dari Amerka Serikat dan Cina.
Ironis memang, kita yang negara agraris sampai harus mengimpor kedelai dari negara lain.Dari negara kaya lagi. Apalagi, untuk menutupi selisih harga yang terlalu mahal, pemerintah harus memberi subsidi Rp. 1.000,00 untuk satu kilogram kedelai impor. Artinya, devisa kita juga ikut berkurang untuk ini,” kata Didi.
Oleh karena itu, menurut Didi, salah satu partisipasi Unpas dalam membangun ketahanan pangan adalah dengan mendukung pengembangan kacang koro secara menyeluruh. Mulai dari budi daya, pascapanen, sampai teknologi pengolahan menjadi produk pangan atau nonpangan.
“ Sejak awal tahun, kami pun melakukan diservikasi produk itu akan coba diterapkan di daerah – daerah perdesaan yang sedang dikembangkan menjadi produsen koro oleh Geram.Dengan demikian, hal itu bisa memberi nilai tambah ekonomis bagi petani koro dan pada saatnya memicu percepatan pengembangan kacang koro.
“ Selain dengan Geram, kami pun akan melakukan kerja sama dengan lembaga – lembaga lain, di antaranya Kadin Jabar yang juga mempunyai perhatian besar terhadap pengembangan koro. Kami menginginkan Jabar bisa menjadi gudangnya koro di tingkat nasional dan dengan kondisi aktual ini sangat ini sangat realistis,” ujar Didi.
Sementara Ketua Umum Geram Jabar Aceng Munawar mengatakan, saat ini kurang lebih ada 170 ha lahan pertanian di Jabar yang ditanami kacang koro. Tersebar di kabupaten Bandung , Kab Bandung Barat, Kab. Sumedang, Garut, Karawang, Bekasi, dan Cianjur.
Diprediksi pada Juli-Agustus 2009 dari lahan itu akan dipanen 1.190 ton kacang koro. Semua hasil panen di jamin akan bisa dijual karena Geram Jabar sudah memiliki kontrak penjualan dengan beberapa perusahaan. Malah, permintaan koro ini masih sangat tinggi. Tak hanya dalam negeri, beberapa pengusaha Korsel dan Eropa Timur juga sudah meminta,” kata Aceng.
Sebenarnya, jika Jabar ingin membuka sejuta lapangan pekerjaan, dengan memanfaatkan lahan- lahan kosong di tiga kabupaten saja untuk kacang koro, selesai sudah program itu,” ucap Aceng.