Kurs Rupiah Terus Melemah

Jum’at, 07 November 2008 , 00:06:00

BANDUNG, (PRLM).- Cadangan devisa Indonesia yang terus menurun sekitar 7 miliar dolar AS menjadi 51 miliar dolar AS dari 58 miliar dolar AS (posisi September 2007) dikhawatirkan bisa mengurangi tingkat kepercayaan investor asing terhadap Indonesia. Akibatnya, kurs rupiah terancam terus terdepresiasi (pelemahan) dibandingkan dengan mata uang internasional lainnya.

Bahkan, cadangan devisa Indonesia per 31 Oktober 2008 sudah sebesar 50,58 miliar dolar AS atau terendah selama tahun ini. “Kalaupun BI benar-benar sepenuhnya menggunakan cadangan devisa ini untuk menjaga kurs rupiah, tentu nilai tukar rupiah tidak akan labil dan tinggi fluktuasinya seperti yang terjadi sekarang ini,” ujar pengamat ekonomi, Acuviarta, di Bandung, Kamis (6/11).

Dia mengungkapkan itu terkait pernyataan Bank Indonesia (BI) bahwa posisi cadangan devisa saat ini dinilai dalam kondisi tidak mengkhawatirkan dan masih cukup untuk memenuhi kebutuhan impor lebih dari empat bulan. “Posisi 51 miliar dolar AS sudah cukup besar dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu,” kata Deputi Gubernur BI, Hartadi A. Sarwono, di Jakarta, Kamis (6/11).

Acuviarta menjelaskan, tergerusnya cadangan devisa selama beberapa bulan terakhir ini bukan semata karena Bank Indonesia melakukan intervensi dalam menjaga kurs rupiah di pasar terbuka. “Kalaupun BI benar-benar sepenuhnya menggunakan cadangan devisa, tentu nilai tukar rupiah tidak akan labil dan tinggi fluktuasinya seperti yang terjadi sekarang,” tuturnya.

Acuviarta menilai, tergerusnya cadangan devisa diperkirakan lebih banyak digunakan untuk pembayaran utang luar negeri baik dari kalangan swasta maupun pemerintah yang banyak membutuhkan dolar AS, terlebih menjelang akhir tahun. “Sinyal tentang ini sebenarnya sudah terungkap juga saat Presiden SBY kemarin menyatakan agar Indonesia tidak melakukan pinjaman dulu di tengah kondisi krisis global saat ini,” ungkapnya. (A-68/A-147)***

BERITA TERKAIT

  • BANDUNG RAYA

>> More

>> More

>> More

>> More

>> More

>> More

>> More

>> More

>> More

PORTAL LAIN

>> Go To Site

Lihat juga portal lain Pikiran Rakyat

Berita dari PR CETAK

POJOK ACARA

>> Go To Site

Copyright © 2009 Pikiran Rakyat.