JABAR ALAMI                                                           

 DEFLASI, 0,53 %

Monday, 05 January 2009 06:55 Galamedia
Bandung (Sindo) –Untuk kali pertamanya selama 12 bulan terakhir, Jawa Barat mengalami deflasi sebesar 0,53% dan berdampak pada kecenderungan turunnya harga komoditas. Kepala Balai Pusat Statiskik (BPS) Jabar Lukman Ismail mengatakan, kebijakan pemerintah menurunkan harga BBM sebanyak 2 kali pada tahun lalu, ikut memicu terjadinya deflasi. Deflasi tertinggi terjadi pada Indeks Harga Konsumen (IHK) kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 3,20% dan kelompok bahan makanan 0,19%.Sementara lima kelompok lainnya yakni sandang (0,63%), kesehatan, 0,30%, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau (0,25%), pendidikan, rekreasi dan olahraga (0,17%), serta perumahan. Air, listrik, gas dan bahan bakar (0,08%) mengalami inflasi. ”IHK gabungan Jabar yang mencakup 7 kota yakni Kota Bandung,Kota Cirebon, Kota Tasiklmalaya,Kota Bogor, Kota Sukabumi,dan Kota Depok mengalami deflasi sebesar 0,53%.

Dari 7 kelompok IHK tadi, kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan memberikan kontribusi tersebsar sekitar 3,20%,” kata Lukman seusai penyampaian berita resmi statistik di ruang rapat Sigma Gedung BPS Jabar Jalan PHH Mustafa Kota Bandung, kemarin. Deflasi sendiri, lanjut dia, terjadi di lima kota di Jabar. Deflasi tertinggi terjadi di Kota Bekasi sebesar 0,82%, Kota Bandung (0,58%),Kota Depok, (0,46%), Kota Bogor (0,26%), dan Kota Crebon (0,06%).

Sementara dua kota lainnya yakni Kota Tasikmalaya (0,34%),Kota Sukabumi (0,22%) mengalami inflasi. Kendati demikian, laju Inflasi 2008 mengalami peningkatan sebesar 6,01% menjadi 11,11%. Angka ini jauh lebih tinggi jika dibandingkan tingkat inflasi pada 2007 lalu yang hanya 5,10%. Namun, angka ini masih berada di bawah perkiraan Pemprov jabar dan Dinas terkait lainnya yang memprediksi tingkat inflasi Jabar 2008 berada pada kisaran 13%.Angka inflasi Jabar ini pun lebih tinggi dari inflasi nasional yang hanya mencapai 11,06%.

Ekonom dari Universitas Pasundan Bandung Accuviarta Kartabi menuturkan, deflasi yang terjadi di penghujung 2008 ini dikarenakan pemerintah menurunkan harga BBM sebanyak dua kali. Selain itu, demand dari masyarakat di Desember lalu, mengalami peningkatan yang jumlahnya di luar perkiraan beberapa pihak.

”Saya kira ini tidak bisa dilepaskan dari penurunan harga BBM pada Desember lalu.Peningkatan inflasi 2008 ini dibandingkan tahun lalu juga pada dasarnya dipengaruhi oleh kenaikan harga BBM pada Mei lalu.Saya rasa tren inflasi 2009 di atas kertas akan mengalami penurunan apalagi jika pemerintah kembali merealisasikan rencana penurunan BBM untuk kali ketiganya,”tutur Accu. (irvan christianto)


Sumber: Harian Seputar Indonesia, Senin 05 Januari 2008

 

Slide

Popular

                          IDEOLOGI PANCASILA

                          BIODATA ANGGOTA KABINET INDONESIA BERSATU II (2009-2014)

                          SAJAK “BODOR” WABUP LESTARIKAN BAHASA SUNDA

                          KEBUDAYAAN DALAM ERA GLOBALISASI

                          IDEOLOGI POLITIK DI INDONESIA

                          488 TENAGA HONORER DIANGKAT JADI PNS 2009

                          PELUANG USAHA DARI PEMBAYARAN LISTRIK

                          TRAGEDI DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN

                          9.566 GURU DI JAWA BARAT LULUS SERTIFIKASI 2008

                          SERTIFIKASI PROFESI BAGI PENGAWAS SEKOLAH

                          SISTEM EKONOMI KERAKYATAN VS NEOLIBERALISME

                          PROFESIONALISME GURU DI TAHUN 2009

                          MENEGAKKAN DISIPLIN DI SEKOLAH

                          PANCASILA DAN FILSAFAT PENDIDIKAN PANCASILA

                          STIMULUS DAN EFEKTIVITAS KEBIJAKAN FISKAL

Berita Lain