Jumat, 11 Desember 2009 ( Glamedia : Accuviarta Kartabi )
 
                                Dalam Rangka Hari HAM Sedunia 
                                            Aksi PMII Nyaris Ricuh
 
DIPONEGORO,(GM)-
Aksi unjuk rasa puluhan orang dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Barat yang berlangsung di Gedung Sate, Jln. Diponegoro Bandung, Kamis (10/12), nyaris ricuh. Massa PMII yang menggelar aksi peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia terlibat aksi saling dorong dengan aparat kepolisian.Kericuhan terjadi saat sebagian polisi yang berjaga-jaga di depan pintu gerbang Gedung Sate membubarkan diri karena melihat massa PMII sudah bubar. Namun, ternyata massa yang sudah menyeberangi Jln. Diponegoro untuk melakukan long march ke Gedung RRI Bandung, kembali menududuki halaman Gedung Sate. Saat itu sempat terjadi dorong-dorongan dengan pihak kepolisan.Tak lama berselarang, massa PMII membubarkan diri menuju RRI Bandung. Namun, setelah menyeberang jalan, petugas kepolisan yang berjaga-jaga bertepuk tangan. Para pengunjuk rasa tidak menerima perlakuan tersebut dan merasa dilecehkan. Mereka kembali merangsek ke halaman Gedung Sate.

Dalam aksinya, Ketua PMII Jabar, Ade Irawan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghormati hak asasi manusia (HAM). Selama ini masalah pelanggaran HAM masih banyak terjadi. Bahkan kasus pelanggaran HAM beberapa tahun silam belum selesai hingga sekarang. Seperti kasus Munir, kasus Semanggi, hingga pembantaian rakyat Indonesia pada tahun 1965/1966, belum juga selesai.

“Selain itu, bentuk pelanggaran HAM yang terjadi saat ini adalah korupsi. Ada hak rakyat yang dirampas. Kami meminta penegak hukum menangkap dan mengadili para koruptor,” katanya. (B.96)**

 
Share 
 

 

 

 

 

copyright © 2001 http://www.klik-galamedia.com