PLN Usulkan Listrik

Gratis untuk Masyarakat

Miskin Jumlahnya Mencapai  

19 Juta Pelanggan

 

ERAT (60) memasak air dengan kayu bakar di rumah bilik bambunya di RT 01 RW 01 Kp./Desa Drawati, Kec. Paseh, Kab. Bandung, Senin (19/4) lalu. Dirut PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Dahlan Iskan mengusulkan, subsidi dari pemerintah untuk PLN tidak usah diberikan lagi kepada BUMN tersebut, melainkan diberikan langsung kepada masyarakat kurang mampu.* USEP USMAN NASRULLOH/”PR”

JAKARTA, (PR).-
Dirut PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Dahlan Iskan mengusulkan, subsidi dari pemerintah untuk PLN tidak usah diberikan lagi kepada BUMN tersebut, melainkan diberikan langsung kepada masyarakat kurang mampu. Mekanismenya, mereka mendapat listrik gratis.

Hal tersebut disampaikan Dahlan dalam media briefing dengan tema “Dampak Kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) Bagi Industri dan Perekonomian Indonesia 2010” di Kepulauan Seribu, Jakarta, Sabtu (12/6).

“Banyak yang menolak TDL naik. Katanya, untuk membela orang miskin. Kalau memang demikian, saya usulkan langsung saja untuk kalangan miskin kita gratiskan. Akan tetapi, pengguna lain tetap kita kenakan tarif normal. Jelas kita membela masyarakat miskin dan subsidi diberikan langsung pada mereka,” kata Dahlan.

Dia menyatakan, usulan tersebut sudah melalui kajian, di mana kategori masyarakat miskin pengguna listrik bisa diambil dari pemakai 450 watt (volt ampere). Berdasarkan data, saat ini pengguna listrik kategori ini merupakan yang paling kecil, sekitar 19 juta pelanggan dari 40 juta pelanggan PLN.

“Kalau yang 450 watt ini kita gratiskan, PLN akan kehilangan pemasukan sekitar Rp 1,5 triliun. Akan tetapi, PLN dapat Rp 30 triliun dari masyarakat mampu yang tidak mendapat subsidi. Inilah solusi yang lebih jelas untuk membela masyarakat miskin,” kata Dahlan.

Dia mengungkapkan, sesungguhnya usulan tersebut pernah disampaikan kepada DPR saat rapat bersama. “Akan tetapi, rapat langsung ditutup. Mungkin mereka (anggota DPR) pikir saya cuma guyon (bercanda). Padahal, saya serius! Saya memang sadar ide ini akan sulit untuk diterima,” katanya.

Usulan pemberian BLT, kata dia, justru akan lebih tepat sasaran. Penentuan masyarakat yang berhak menerima BLT listrik pun lebih mudah diketahui dari penggunanya saja.

“Yang 450 watt saya yakin kita semua sepakat itu kategori miskin,” kata Dahlan.

Harus diperjuangkan

Ketua Fraksi PDIP DPR Tjahjo Kumolo menilai, DPR bisa menerima usulan tersebut agar rakyat bawah bisa merasakan langsung konsep kesejahteraan yang diusulkan pemerintah.

” Toh anggarannya sekitar Rp 1,4 triliun, lebih baik dialokasikan kenaikan di sektor lain dan masyarakat bawah menikmati kesejahteraan yang riil dari beban tagihan listrik,” katanya.

Menurut dia, usulan tersebut harus benar-benar diperjuangkan oleh Dahlan agar tidak hanya menjadi wacana.

Pengamat ekonomi dari Universitas Pasundan, Acuviarta, tidak sepakat dengan wacana menggratiskan listrik bagi masyarakat miskin. Selain data masyarakat miskin yang dinilai belum mumpuni, penggratisan listrik dikhawatirkan memicu sikap konsumtif.

Acuviarta menilai, lebih baik pemerintah tetap memberlakukan sistem tarif khusus bagi golongan pelanggan 450 VA ke bawah. (A-78/A-109/A-150)***

Penulis: Pikiran  Rakyat , Senin, 14 Juni 2010  ( Penulis :Acuviarta Kartabi )

Back