IPO Bank Jabar

Banten Dorong  

Kinerja Perusahaan

PERUSAHAAN yang melakukan initial public offering (IPO) akan dituntut untuk lebih profesional dan transparan. Pasalnya, dengan menjadi perusahaan publik maka kinerja perusahaan akan menjadi sorotan, karena kepemilikan saham menjadi lebih menyebar. Pengamatan kinerja perusahaan datang tidak hanya dari pemegang saham, tetapi juga analis dalam dan luar negeri, serta bursa efek.

Sama seperti salah satu tujuan yang ingin dicapai Bank Jabar Banten (BJB) yang berharap pelaksanaan IPO akan dapat mendorong pengembangan usaha dan memperbaiki struktur keuangan perusahaan. Dengan go public, BJB dituntut untuk mengimplementasikan good corporate governance menjadi lebih intensif.

Selain itu, dengan melakukan IPO BJB salah satu persyaratan untuk menjadi bank jangkar telah terpenuhi, sekaligus mempersiapkan diri dalam menyonsong pemberlakuan Arsitektur Perbankan Indonesia (API) dan penerapan Base II.

Pengamat dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Kahlil Rowter menjelaskan pelaksanaan IPO adalah salah satu tahapan yang umum dilakukan perbankan jika bermaksud untuk lebih maju dari posisi saat ini. Langkah tersebut telah diambil beberapa bank besar lainnya, yang mencoba untuk memperluas kehadirannya di pasar.

IPO tujuannya bukan hanya menambah modal. Akan tetapi juga ada keuntungan lain yang diperoleh. Melalui IPO dan menjadi perusahaan publik, maka BJB akan dipicu untuk lebih baik. Tantangan kinerja pun akan lebih tinggi, termasuk akan lebih transparan karena kepemilikan yang menyebar,” ujarnya, Minggu (20/6).

Selain itu, dengan IPO faktor keuntungan yang termasuk dalam unlock value pun bisa diperoleh melalui kinerja perusahaan yang terus meningkat. “Ketika kinerja meningkat maka harga saham pun akan terus naik. Artinya, perusahaan bisa mendapatkan modal jauh lebih banyak dan pemegang saham yang ada saat ini pun akan memperoleh keuntungan lebih banyak,” ujarnya.

Bahkan, menurut dia, melalui IPO masyarakat Jabar Banten memiliki kesempatan menjadi pemegang saham perusahaan daerahnya sendiri, yang tentu saja juga dapat meningkatkan kebanggaan masyarakat Jabar Banten terhadap prestasi perusahaan daerahnya menjadi perusahaan publik.

Pengamat Ekonomi dari Universitas Pasundan (Unpas) Acuviarta Kartabi menilai memang sudah waktunya BJB untuk melakukan IPO. Apalagi, BJB memiliki target untuk menjadi bank nasional.

Ia mengatakan langkah IPO yang dilakukan BJB patut disambut positif, karena dengan go public, transparansi operasional kinerja perusahaan akan lebih terbuka. Sehingga, implementasi good corporate governance yang dicita-citakan bisa lebih intensif.

“Dengan go public, maka kinerja BJB akan lebih terpantau oleh pemegang saham yang tentunya akan semakin memperkuat kinerja dari BJB agar lebih baik lagi,” ujarnya.

Acu menambahkan, IPO juga akan memperkuat permodalan bank dan memperluas akses sumber pendanaan sehingga meningkatkan kemampuan bank melakukan ekspansi usaha/kredit.

Hanya, ia mengingatkan, pasca-go public BJB akan dihadapkan pada tantangan bagaimana mengelola dana hasil penjualan saham agar bisa memperkuat ekspansi bisnis perusahaan. Apalagi, delapan puluh persen dana hasil IPO akan digunakan untuk mendorong ekspansi kredit. BJB juga akan dihadapkan pada tantangan untuk memperkuat basis kinerja operasional bisnis di luar Jabar dan di luar yang terkait dengan pemerintah daerah.

“Eksistensi BJB di captive market PNS saya kira sudah tidak diragukan. Namun, pasca-IPO kemampuan BJB untuk menggarap pasar di luar pemda dan pasar di luar wilayah Jabar Banten akan menjadi tantangan,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia menilai pembukaan kantor cabang baru sebagai salah satu tujuan IPO merupakan pilihan yang harus diambil. Namun, Acu menambahkan, untuk pasar kredit Jabar BJB diharapkan bisa lebih serius untuk masuk ke kredit produktif. Khususnya untuk sektor UMKM.

“Sebab selama ini, UMKM cukup memberikan di Jawa Barat menjadi motor penggerak perekonomian. Tentu saja pasar UKM ini tidak hanya terkonsentrasi di Bandung dan sekitarnya. (Yulistyne Kasumaningrum/”PR”)***

Penulis: Pikiran Rakyat,Senin,21 Juni 2010 ( Acuviarta Kartabi )

Back