60% Dosen PTS Belum S-2

26 Jan 2010

BANDUNG, (PR)-
Sekitar enam puluh persen dosen perguruan tinggi swasta (PTS) di lingkungan Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah IV Jabar dan Banten, belum memenuhi kualifikasi pendidikan minimum S-2. Dari total 9.616 dosen di 474 PTS, hingga akhir Desember 2009, 5.648 di antaranya masih berpendidikan S-i dan 24 orang Diploma 4 (D-4).

Kepala Subbagian Kepegawaian Kopertis IV, Maemunah mengatakan, sebagian besar dosen yang masih S-i adalah dosen yayasan dan dosen luar biasa. “Untuk dosen PNS (pegawai negeri sipil).tinggal tiga puluh persen yang masih S-i,” ujarnya ketika ditemui Senin (25/1). Dari data terakhir, kata Maemunah, dosen PNS yang tersebar di 170 PTS se-Jabar dan Banten berjumlah 1.253 orang. “Sebanyak 756 orang sudah S-2, 120 orang sudah S-3, dan sisanya masih S-i sebanyak 377 orang,” ujarnya.

Sementara untuk dosen yayasan dan dosen luar biasa, masih didominasi oleh sarjana S-I. Dari 7.589 dosen yayasan di 474 PTS, Kopertis IV mencatat masih ada 4.821 dosen yang baru berpendidikan S-l, 56 dosen spesialis I dan 21 lulusan D-4. Selebihnya ada 2.494 dosen S-2, 8 dosen spesialis II, dan 189 dosen S-3.

Kondisi serupa terjadi pada dosen luar biasa yang berjumlah total 777 orang. “Sebanyak 453 orang masih S-i dan D-4, sisanya 284 orang S-2, 3 spesialis I, dua spesialis II, dan 35 S-3,” kata Maemunah.Dari segi jabatan fungsional, PTS di wilayah Kopertis IV juga masih kekurangan guru besar. Berdasarkan data, hanya terdapat sekitar 93 guru besar yang terdiri dari 50 dosen PNS dan 43 dosen yayasan.

Sebelumnya, Koordinator Kopertis IV, Abdul Hakim Halim mengatakan, jumlah guru besar yang ada didominasi oleh PTS-PTS besar. “Masih banyak PTS yang belum memiliki guru besar. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan untuk kualifikasi PTS itu sendiri,” ujarnya.

Mau tidak mau, kata Hakim, PTS harus terus meningkatkan kualitasnya, termasuk ketersediaan tenaga pengajar dengan kompetensi tinggi. Bila tidak, persaingan yang makin ketat akan membuat PTS dengan kualitas kurang baik akan tersisih.

Oleh karena itu, Hakim menyarankan PTS untuk terus mendorong staf pengajar mereka dalam peningkatan kualifikasi. “Pemerintah sudah memberikan dukungan melalui beasiswa pendidikan dosen S-2 dan S-3, baik di

dalam maupun di luar negeri. Namun pada kenyataannya, dosen PTS yang memanfaatkan kesempatan itu sedikit sekali sehingga banyak yang belum terserap,” katanya menjelaskan.

Sejauh ini, tambah Hakim, beasiswa dosen yang belum terserap memang lebih banyak disebabkan oleh faktor usia dan keterbatasan kemampuan. “Memang ada yang sudah berkeinginan maju dan mengikuti tes, tetapi tidak lulus. Ini terutama terjadi untuk beasiswa ke luar negeri. Namun tidak sedikit yang memang malas untuk melanjutkan studi,” katanya. (A-178)”*

Entitas terkaitBanten | Diploma | Hakim | Jabar | Kondisi | Maemunah | Pemerintah | PNS | PTS | Sebanyak | Sejauh | Selebihnya | Koordinator Kopertis | Kopertis IV | Abdul Hakim Halim | Dosen PTS Belum | Wilayah IV Jabar | Kepala Subbagian Kepegawaian Kopertis | Koordinator Perguruan Tinggi Swasta | Ringkasan Artikel Ini

60% Dosen PTS Belum S-2. Kepala Subbagian Kepegawaian Kopertis IV, Maemunah mengatakan, sebagian besar dosen yang masih S-i adalah dosen yayasan dan dosen luar biasa. Sementara untuk dosen yayasan dan dosen luar biasa, masih didominasi oleh sarjana S-I. Dari 7.589 dosen yayasan di 474 PTS, Kopertis IV mencatat masih ada 4.821 dosen yang baru berpendidikan S-l, 56 dosen spesialis I dan 21 lulusan D-4. Selebihnya ada 2.494 dosen S-2, 8 dosen spe- sialis II, dan 189 dosen S-3. Berdasarkan data, hanya terdapat sekitar 93 guru besar yang terdiri dari 50 dosen PNS dan 43 dosen yayasan.
Jumlah kata di Artikel : 467
Jumlah kata di Summary : 106
Ratio : 0,227

*Ringkasan berita ini dibuat otomatis dengan bantuan mesin. Saran atau masukan dibutuhkan untuk keperluan pengembangan perangkat ini dan dapat dialamatkan ke tech at mediatrac net. Pendapat Anda

Pendapat anda mengenai ringkasan artikel ini : Baik Buruk